Jumat, 31 Mei 2013

0

Lepas?

Posted in

Burungnya Lepas

Kisah nyata ini dialami oleh Jon Koplo, guru salah satu SMK di Solo yang letaknya tidak jauh dari pasar burung Depok. Jon Koplo termasuk guru yang “killer”, apalagi mata pelajaran yang diampunya adalah Matematika yang dianggap sulit oleh sebagian besar muridnya.
Pagi itu semua murid  sudah siap untuk menghadapi ulangan. Begitu Jon Koplo masuk kelas lengkap dengan wajah angkernya, semua murid mak klakep, diam. Setelah mengucap salam dan mengajak muridnya berdoa, ulangan pun dimulai.
Suasana hening. Semua murid berkonsentrasi pada soal ulangan yang membuat dahi berkerut. Sementara itu pandangan Jon Koplo diarahkan ke seluruh sudut kelas. Sesekali ia mengawasi tangan muridnya yang berada di bawah meja.
Ketika ulangan baru berjalan beberapa menit, tiba-tiba Tom Gembus, salah satu biang kerok di kelas tersebut, berteriak sambil menunjuk ke arah Jon Koplo, “Burungnya lepas, Pak!”
Mendengar teriakan itu dan melihat Tom Gembus menunjuk dirinya, secara refleks Koplo langsung memegang bagian alat vitalnya. Ia meraba resleting celananya, ternyata tidak ada masalah.
“Bukan itu, Pak, tapi memang ada burung lepas masuk kelas,” terang Gembus.
Jon Koplo baru sadar ketika melihat ternyata memang ada seekor burung yang baru saja hinggap di mejanya, kemudian terbang lagi ke luar melalui jendela. Tak urung, murid-murid yang  tak kuasa menahan tawa. Dan baru kali itulah murid-murid berani tertawa di hadapan Jon Koplo.

0 komentar:

Rabu, 22 Mei 2013

0

fresh-mind

Posted in

Competitive Edge?

I really don't think of myself as competitive. Just the opposite, in fact. When I

was a kid, I remember letting my older brother win at Monopoly because I just hated the way he acted when he lost. Years ago, I made the mistake of telling my new card-shark mother-in-law that the game we were all playing was only a game. I never lived that down. And, I'm still like that. I'd rather do everything in my power to help create calm instead of focusing on winning a game myself. The peacemaker.

On the other hand, I do have some competitive nature in me. I've recognized that it pops up when I'm exercising with people I don't even know, especially if they appear older than me. When I'm walking with a friend, I've never felt the urge to go faster. It's just that watching those fit, older strangers excel makes me want to kick it up a notch. What can I say? I just hate the idea of being a slower, weaker younger person.  

For most people, any sort of competitiveness serves as a great motivator to improve fitness. That is, unless it's not. Since chronic neck issues have come my way, I've had to temper that desire to push harder. And, it's not been easy. I've been trying not to notice how fast the person next to me is going or how long they've been on the cardio-machine next to me.  I've been doing much better. I'm to only focus on what I can do and celebrate slow improvement. 

Recently, however, I've noticed that competitiveness sneaking up again. In stretch class, no less, and one filled primarily with people in their 50's and up. I love how great my body feels afterward, even those arthritic joints. But, yesterday, I peeked. I did. I have more flexibility than most, except those 2 others who were there.  I fought down the urge to press my stretches further.

Today, I shared a lane at the pool with a really nice older gal who was doing slow laps even before I got in. After swimming my doctor commanded limit of 10 minutes, I had a pang to keep going. It's probably a little, "if a she can, I can," type of thing. I got out of the pool at 11 minutes.

Perhaps it's not competitiveness per se. Maybe what I'm feeling is motivation. Either way, if I ever hit a couch potato slump, all I need to do is hang out with an active older crowd. 

What about you and your competitive edge?

source : http://mindfullmotivator.blogspot.com/

0 komentar:

Selasa, 02 April 2013

0

KICK ON!! Pemesanan KAOS! PROMO!

PROMO!!! IDR 100K/couple, pemesanan hub @king_fafan or http://www.facebook.com/alfana.danarista 

0 komentar:

Kamis, 28 Maret 2013

0

Injil Barnabas Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad SAW

Posted in
Injil Barnabas Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad SAW 
Jika benar bahwa kitab ini merupakan Injil Barnabas, berarti benar ramalan rahib Buhaira saat Muhammad masih kecil bahwa ia rasul terakhir. Perdebatan tentang kitab yang disimpan di museum etnogari Turki memang belum selesai.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki masih meneliti dan menerjemahkan isi kitab tersebut di Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk memeriksa keaslian Injil Barnabas itu. Siapakah Barnabas itu?
Barnabas lahir di Siprus sebagai Yusuf. Barnabas adalah termasuk orang yang pertama menganut keyakinan yang dibawa oleh Yesus atau Nabi Isa yang kemudian dinamai rasul. Kisahnya muncul dalam Kisah Para Rasul. Paulus menyebutnya dalam beberapa suratnya.
Namun, tradisi Kristen menyatakan ia menjadi martir di Salamis, Siprus. Dia secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, dengan hari pestanya pada 11 Juni.
Dalam tradisi itu, Yesus menyangkal menjadi Mesias (juru penyelamat) dan mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismael, istilah yang digunakan untuk orang Arab. Alkitab ditulis oleh Barnabas sehingga sebagian besar waktunya dicurahkan untuk menulis pesan Yesus.
Sebelum ditemukan kitab di Turki, memang ada dua Injil Barnabas sebagai manuskrip kitab yang dibuat pada abad ke-16 dalam bahasa Italia dan Spanyol. Umat Kristen memang tidak mengakui Injil Barnabas karena Barnabas dianggap tak pernah menulis kitab apa pun.
Secara umum sangat tidak selaras dengan laporan yang juga ditemukan dalam Injil-Injil karena Injil Barnabas bukanlah manuskrip yang ditulis para rasul Yesus seperti Injil Kanonik. Dalam batas tertentu, kitab ini mengikuti penafsiran Islam tentang asal-usul Kristen.
Komunitas Kristen Suriah mengklaim kepemilikan Injil kuno yang ditemukan otoritas Turki pada 2000 lalu itu. Komunitas itu telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay, untuk mengembalikan kitab suci itu kepada mereka.
Kepala Budaya Komunitas Kristen Suriah, Sabo Hanna,
mengatakan Alkitab bersejarah memiliki makna material yang besar bagi Kristiani.
“Jika Turki tidak menyerahkannya, kami meminta Turki membuka akses bersama dengan membangun museum di Distrik Midyat, Suriah,“ kata Sabo kepada Hurriyet Daily News. Komunitas Kristen Suriah ini adalah penganut Kristen ortodok di wilayah Arab. Mereka tersebar dari Lebanon, Suriah, hingga perbatasan Turki. Penganut Kristen ini telah menggunakan bahasa Aramik sejak awal berdirinya gereja mereka.
“Banyak biara pada awal Kristen di wilayah Suriah di tenggara Turki telah dijarah oleh Turabidin. Karena itu, kami minta agar Injil kuno itu dikembalikan,“ ujar Sabo Hanna.
Kelompok Kristen Suriah ini telah menyebar hingga Eropa. Kurang lebih delapan perwakilan komunitas ini ada di Eropa. Mereka juga menyebar di Asia Kecil dengan kitab teks Yunani dan bahasa Aram. Namun, belum dilakukan penelitian secara mendalam apakah Injil ini benar memiliki keterkaitan dengan Kristen Suriah.
Secara geografis, letak negara Siprus tempat kelahiran Barnabas berada di Selatan Turki yang dipisah kan Laut Mediterania.
Sedangkan Suriah, juga berdekatan dengan Siprus yang dipisahkan laut pembatas benua Afrika, Asia, dan Eropa itu.
Polisi Turki menggerebek kelompok penyelundup benda purbakala di Turki Selatan, 12 tahun lalu. Mereka hendak membawa sebuah kitab ke Ankara. Kitab itu langsung dimasukkan ke brankas kantor Pengadil an Tinggi Turki.
Injil kuno yang diperkirakan berusia 1.500 tahun menjadi perhatian setelah dipublikasikan Pemerintah Turki. Kontroversi muncul karena isi Injil ini meyakini Yesus sebagai nabi.
Injil ini memprediksi kedatangan Muhammad SAW setelah Yesus.
Jika benar bahwa kitab ini merupakan Injil Barnabas, ramalan rahib Buhaira saat Muhammad SAW kecil ada hubungannya. Saat itu, Muhammad SAW berusia 12 tahun. Abu Thalib, sang paman, hendak melakukan ekspedisi niaga dari Makkah ke Syam (Suriah).
Saat tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz, mereka bertemu dengan Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan Muhammad. Sebab, awan selalu bergerak memayungi ke mana pun Muhammad melangkah. Buhaira memeriksa tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci.
Ia akhirnya menemukan tanda kenabian di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya. Ia lalu mencium tanda itu. Sang rahib pun berpesan agar Abu Thalib menjaga keponakannya itu karena dia adalah calon rasul yang dinantikan.
Prediksi Buhaira dari Kota Bushra itu menjadi kenyataan. Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad memperoleh wahyu saat menyendiri di Gua Hira. Muhammad menjadi rasul penutup bagi umat manusia

0 komentar:

Selasa, 19 Maret 2013

0
Posted in
Kisah Inspirasi: Moral Yang buruk - Lingkungan kita adalah cermin diri kita. Kita selalu berharap orang lain memperlakukan kita dengan seharusnya tanpa mau berpikir untuk memilih bersikap baik lebih dulu. Apa yang kita harapkan adalah yang orang lain harapkan pula. Berikut sebuah kisah inspirasi tentang nilai moral dan tindakan yang sering kali tidak kita sadari. Semoga Kisah Inspirasi ini akan mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua.
Moral Yang buruk
Pada suatu hari seorang filsuf datang ke sebuah desa dimana tempat syueb tinggal dan bertanya kepadanya dimana tempat makan terbaik di desa itu. Syueib menyarankan sebuah tempat makan terbaik. Karena filsuf ini senang dengan diskusi dan perdebatan –supaya ia tidak kesepian- maka Syueib diajak makan bersama. Syueib mengiyakan dan menemani sang filsuf ke rumah makan. Kemudian mereka bertanya kepada pelayan menu spesial dirumah makan tersebut. “Ikan bakar” jawab sang pelayan. “Bawakan kami 2 porsi ikan bakar” jawab mereka.
Beberapa saat kemudian sang pekayan membawakan 2 porsi ikan bakar untuk mereka. Salah satu ikan ukurannya lebih besar dari ikan lainnya. Tanpa sungkan Syueib mengambil ikan yang lebih besar dan menaruh di piringnya. Sang filsuf merasa di hina dan menatap Syueib dengan penuh tidak percaya. Karena sebagai yang diundang makan, seharusnya Syueib mengambil porsi yang lebih kecil. Kemudian sang filsuf menasehati Syueib, bahwa apa yang dilakukan Syueib tidak hanya menunjukkan sikap egois dan sombong, tapi juga melanggar prinsip moral, etika dan keagamaan.
Syueb mendengarkan nasehat sang filsuf dengan sabar, dan ketika sang filsuf menyelesaikan ceramahnya Syueib berkata “ jadi pak, bagi orang yang bijaksana apa yang sebaiknya dilakukan dengan makanan ini?”.  “Saya sebagai orang yang bijaksana dan paham nilai etika, akan mengambil ikan yang lebih kecil” jawab sang filsuf.
“Nah, ini dia ikan yang kecil untuk anda” Jawab Syueib sambil menaruh ikan yang kecil di piring filsuf.
Demikian kisah inspirasi diatas semoga banyak ilmu dan kebijaksaan yang kita dapatkan.
Kata Mutiara Motivasi : Lingkungan Adalah Cermin diri kita, bertindaklah seperti apa yang kamu harapkan orang lain lakukan kepadamu

0 komentar:

Senin, 04 Februari 2013

4

Mengapa Bangunan Belanda Kokoh?

Posted in

Mencari rahasia bangunan-bangunan Belanda di Indonesia yang tak lekang oleh waktu

 

Hampir di setiap kota di Indonesia saya menjumpai banyak bangunan tua yang masih berdiri tegak dengan kokoh menantang zaman. Bangunan tersebut memiliki desain yang timpang dengan bangunan baru di sekitarnya namun tampak paling menonjol dan memukau, diantaranya berupa rumah dan gedung-gedung bertingkat, jembatan penghubung dua wilayah yang terpisah oleh sungai maupun jurang, jalur transportasi seperti jalan umum dan rel kereta api, pintu air pengendali banjir hingga saluran irigasi untuk mengairi sawah ke desa-desa dan masih banyak lagi. Beberapa diantaranya merupakan bangunan monumental yang erat kaitannya dengan keberadaan pengaruh asing yaitu Belanda. Tak dapat dipungkiri Belanda memang pernah ada di negeri ini sehingga jejak-jejak akan keberadaannya pun banyak tersebar di Indonesia.

Sebagai orang awam dibidang arsitektur saya tidak begitu paham tentang seluk beluk bagaimana bangunan Belanda, dalam pandangan awam saya bangunan peninggalan Belanda di Indonesia tidak terlalu banyak memiliki pernik seperti bangunan Belanda di negeri asalnya, dinding dan pilar-pilarnya didominasi oleh bentuk kotak, namun hal itu justru memberikan kesan bangunan yang kuat. Meskipun beberapa diantara bangunan-bangunan Belanda di Indonesia telah hancur dan hilang, namun banyak pula yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masa kini sehingga tak jarang bangunan tersebut telah mengalami perubahan fungsi dari fungsi aslinya disamping adanya perubahan dan penambahan unsur-unsur bangunan baru. Saya tercengang dan bertanya-tanya bagaimanakah bangunan-bangunan yang seolah tak lekang oleh waktu itu dibangun?


Mencari rahasia ke Belanda

Sebuah pelajaran dan ilmu yang perlu digali adalah bagaimana bangunan-banguan Belanda di Indonesia dibangun sehingga mampu bertahan hingga saat ini. Banyak yang berkata kepada saya bahwa untuk menemukan jawaban tersebut tidaklah harus pergi ke Belanda karena dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti internet rasanya jawaban dan rahasia itu mudah untuk ditemukan. Ya, itu adalah salah satu solusi mudah untuk mengungkap rahasia tersebut sebab banyak sekali teori yang telah membahasnya di Internet, namun tak sesederhana itu, karena pergi ke Belanda bagi saya adalah juga merupakan sebuah impian.

Mencari rahasia tersebut dengan pergi ke Belanda agaknya bukanlah solusi yang salah, saya yakin menyaksikan langsung bagaimana bangunan-bangunan Belanda di negeri asalnya sambil membandingkan bangunan-bangunan Belanda di Indonesia juga akan memberikan nilai tambah daripada hanya sekedar membaca teori belaka. Disamping itu dengan mempelajari langsung bagaimana seluk beluk arsitektur bangunan Belanda di negeri asalnya maka kita juga dapat mempelajari bagaimana aspek sosial dan kebudayaan Belanda maupun bangsa Eropa lainnya telah mempengaruhi gaya arsitektur sebuah bangunan Belanda.

Belanda sebagai gerbang menuju komunitas global

Belanda merupakan negara liberal yang terdiri dari berbagai ras, agama dan bangsa yang hidup damai berdampingan. Berdasarkan sejarah Belanda merupakan negara yang penduduknya tidak hanya terdiri dari masyarakat Belanda asli melainkan juga pendatang dari negara lain sehingga keadaan ini telah membuat Belanda terbiasa dengan dunia global. Sebagian besar masyarakat Belanda selain menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar komunikasi sehari-hari, mereka juga fasih dalam berbahasa Inggris. Belanda juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan tinggi sehingga kita tak perlu khawatir untuk belajar ke Belanda meskipun tidak bisa berbahasa Belanda. Pemerintah Belanda juga telah mencanangkan diri sebagai negara tujuan belajar Internasional dan membuka program studi berbahasa Inggris walaupun Belanda sendiri bukanlah negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.

Ibu kota Belanda adalah Amsterdam, kota yang mempunyai bangunan-bangunan tua/monumen yang terjaga kelestariannya dengan baik (The Living Museum), hal ini membuat banyak pelancong dari berbagai negara datang ke kota ini untuk berwisata sejarah, keadaan ini berbalik dengan keadaan bangunan-bangunan tua di Indonesia yang terabaikan, sehingga kita perlu banyak belajar bagaimana melestarikan bangunan-bangunan tua sebagai daya tarik wisatawan. Amsterdam juga merupakan salah satu kota perdagangan terpenting di Eropa dan menjadi pintu gerbang ke dunia Eropa karena posisi Belanda yang strategis. Ada yang bilang bahwa untuk menyelami benua Eropa tak perlu keliling Eropa tapi cukup pergi ke Belanda.




Nampaknya banyak sekali alasan mengapa Belanda layak disebut sebagai pintu gerbang untuk menuju komunitas global, diantaranya adalah daya tarik bangunan-bangunan tua di Belanda yang terjaga kelestariannya sehingga mampu menyedot wisatawan dari berbagai negara, keberagaman masyarakat Belanda yang hidup damai berdampingan, program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh Belanda dan masih banyak lagi. Tak hanya itu yang paling menonjol adalah keberadaan Mahkamah Internasional di kota Den haag, Belanda, ini mengisyaratkan bahwa Belanda telah dipercaya oleh komunitas internasional sebagai pusat peradilan dunia.

4 komentar:

Jumat, 25 Januari 2013

0

Joko bodo (SMANAGA version)

Posted in

Joko Bodo
            Di suatu pagi yang cerah, hiduplah keluarga miskin. Ibu dan dua anak lelakinya.
DI RUMAH
*ibu menaiki panggung, kemudian mondar-mandir meratapi hidupnya yg susah*
Ibu      : haduh...jaman sekarang hidup serba susah, apalagi hidup ditengah hutan kayak keluarga ku ini. Masaaaaak masaaaak sendiri....makaaaan makaaan sendiri.... cuciii baju sendiriiiii...... hhhhh ditinggal pergi suami, kebutuhan dua anakku pun harus kupenuhi sendiri
Ibu      : oiya! Persediaan daging ku sudah hampir habis. Leeeeee toleeee!!! Mbok tolong bantu ibu, tolong cari daging buat persediaan makan kita 5bln kedepan yaa
JB        : daging? Daging tu apa bu? Bentuknya kayak gimana?
JP        : halah. Moso’daging aja kamu gak tau. Bodo banget kamu tu. Kayak namamu. Yaudahlah aku aja bu yg cari daging. Assalamualaikum!
*JP meninggalkan panggung sambil bawa bendo* *ibu&JB masih dipanggung. Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan panggung* *JP naik ke panggung*
DI HUTAN
JP        : waaaah udah 3 jam aku muter-muter, tapi blm nemuin hewan juga. Langit semakin gelap. Kalo aku pulang kerumha sekarang tanpa bawa daging, trs aku besok mau makan apa?? Aaaaaaa ibuuu Jokooooo, aku galaaaaauuu :’(
            Setelah berpikir cukup lama dan berunding dengan ilalang, Joko Pinter akhirnya memutuskan untuk tetap mencari hewan.
*di lain sisi panggung, datanglah pemburu*
PR       : heh! Serahkan hasil buruanmu!
JP        : mbahmu i! Aku durung entuk opo2 leh!
PR       : yasudah! Jika begitu, aku yang akan memburumu. Ciaaaaatttt!!!
*JP menghindar, tp pemburu tetep berusaha, akhirnya mereka berantem*
*JP jatuh dan tak berdaya(mati)* *PR meraba2 tangannya JP buat ngrasain seberapa banyak dagingnya*
PR       : ah ternyata dia hanya tulang! Percuma aku membunuhnya,tak dapat apa-apa! Sudahlah. Tinggalkan saja ia disini.
*PR meninggalkan panggung,kemudian disusul JP*
Keesokan harinya......
*Ibu&JB naik panggung, lalu acting tidur*
*Ibu bangun dlm keadaan setengah sadar,lalu manggil2 Joko Pinter*
Ibu      : Jokoooooo Jokooooooo
JB        : apa bu?
Ibu      : bukan Joko kamu le. Joko yang satunya itu mana?
JB        : ooo si pinter bu? Mmm dimana yaa??? Oiya dia kan kmrn disuruh ibu cari daging, trs sampe skrg blm pulang juga bu..
Ibu      : ha? Ciyus? Sumpe loooo???
JB        : iya buk. Enelan.
Ibu      : yadoooh. Le kamu mau gak bantuin ibu?
JB        : bantuin apa bu?
Ibu      : tolong ya km nyusulin Joko Pinter ke hutan. Ibu khawatir dia kenapa-napa
JB        : siap buk! *hormat* serahkan semuanya pada Bodo! Pokoknya ibu tenang saja disini.
Ibu      : ya le..hati-hati dijalan yaa *ngusap air mata*
Ibu      : ya Allah... lindungilah anak-anak ku ditengah hutan sana ya Allah.. anak bodo dan pinterku...
            Joko Bodo pun pergi meninggalkan rumah. Ia mulai berkelana mencari Joko Pinter, demi Ibunya.
*JP naik ke panggung,lalu acting mati, JB jalan dari tepi panggung*
JB        : Jokooooo pinteeerrrr. Pinteeeerrr Jokooo....!! haduuh, si Pinter mana ini??? Mukanya Pinter aja aku udh lupa x_x
*tiba2 JB kesandung mayat JP, tp JB gatau kalo itu JP*
JB        : wuiiiihhh sopo iki? Buagus tenan..
*JB liat ada sesuatu yang sm kyk punya dia, di kepala mayat tersebut*
JB        : ha? Kok dia juga punya (misal: topi) yg sama kyk punyaku? Jangan2 dia si pinter? Tapi kok mambu yo? *kaget* Pinter.....pinter.... bangun dong heeee *mbangunin JP,tp JP ga bangun2*
JB        : ah wis lah tak gendong wae. Gek gek encen Joko pinter tenan
            Sesampainya di rumah.... *JB naroh JP didepan pintu*
JB        : buuuukkk ibuuuuukkk
Ibu      : Joko?? Mana Jokoo??
JB        : itu bu. Itu beneran Joko pinter bukan?
Ibu      : iyo bener. Jook joook...bangun jok....
JB        : tapi Joko pinter kok bau ya bu?
Ibu      : ho’o ya...o bau amis ini. Wah brati udah mati ni si pinter. Buang saja le di sungai
JB        : sungai itu yg panjang, ada S nya itu to bu?
Ibu      : iya, kalo gak ada S nya jadi UNGAI. Ati-ati yo le.. jangan sampe kamu ikut kebuang
JB        : ya bu.. *pergi menuju sungai, meninggalkan panggung*
Ibu      : Astaghfirullah.... anakku sudah hilang satu... ya Allah semoga amal ibadah dia diterima disisiMu. Amiin
            Joko pinter sudah dibuang di sungai. Seminggu kemudian setelah kepergian Joko Pinter...
*Ibu&JB naik panggung, pura2 masak (motong,dll)*
Ibu      : le, tolong ambilin wortel yang warnanya oranye itu, trs dipotong-potong yaa
JB        : dipotong itu di tugel to buk? Kayak gini?
Ibu      : iya,tapi nugelnya di kecilin lagi ya..
*JB ngasihin wortel ke ibu* *tiba2 ibu ngentut* DUUUUUTTT!!! *keluar bau tak sedap*
JB        : buk! Wah bau ibuk kok gak enak! Kayak baunya Joko Pinter pas mati. Ibu udah mati to?! Ibuk udah matiiiiii!!!!!! *narik tangan ibu, digeret ke sungai*
Ibu      : eh? Enggak le. Ibu masih hidup ini... tadi ibu ngentut
JB        : *mikir* monolog: “kalo ibu udah mati..kok masih bisa njawab ya? Oo,brati ini yg njawab setan.” “halaaahhh alasaaan!! Ibuku sudah mati. Diem kamu setan. Aku mau nyemplungin kamu ke sungai!” *dorong ibu ke luar panggung*
JB: hahhhh! Bereeess!! *nepuk tangan* *pulang ke rumah*
DI RUMAH
JB: ehloh..kok sepi? Pada kemana? Waa.. aku kok ditinggal sendirian?? :’( huwaaaaa ibuuuuu Jokoooo aku urip dewe’an :’(
            Akibat kebodohan dan akal pendeknya, Joko Bodo kini tidak punya siapa-siapa dalam hidupnya. Ia hanya ditemani oleh kebodohan dan kerinduan yang menghantui di sudut pikir. Bahkan tak jarang ia bercengkerama, berdiskusi dengan angin, dengan malam, dengan nyamuk dan semut-semut yang mencari mangsa, dan dengan detik jam. Membicarakan tentang mereka,yg telah lebih dulu meninggalkannya.

TAMAT

0 komentar: